![]() |
| Sejumlah Angkot berjajar dan berhenti di bawah rambu larangan berhenti di Bundaran Cibiru Kota Bandung. (Foto: Abdu Faisal) |
BANDUNG, FOKUSJabar.com: Rambu lalu lintas "Dilarang Berhenti" tidak lagi dihiraukan para Supir yang melintas di bundaran Cibiru, Senin (17/6). Hal ini tak jarang menimbulkan kemacetan di sepanjang ruas jalan Cibiru arah Cileunyi, apalagi di jam-jam kantor (07.00-08.00) dan (17.00-18.00 WIB).
Seperti dipantau oleh FOKUSJabar.com, sore tadi arus lalu lintas cukup padat. Ini dikarenakan beberapa kendaraan umum seperti angkot dan Elf berhenti sembarangan meski sudah terpasang tanda "larangan berhenti".
Supir angkot beralasan, di tempat itu sering ada penumpang yang naik. "Kebanyakan pada nunggu angkot disana, makanya saya berhenti," kata Aram, supir angkot trayek Cicaheum-Cileunyi. Saat ditanya mengenai rambu larangan berhenti yang terpasang di sisi jalan, Aram berdalih tak melihatnya. "Ada ya? Saya ngelihatnya ke jalan. Ga ngeliat yang lain," katanya.
Memang jika dilihat sepintas, bundaran Cibiru sering dipenuhi calon penumpang yang ingin bepergian ke luar kota seperti Sumedang, Cirebon, Purwokerto, Garut, Tasik, dan daerah lainnya. Seperti penumpang yang berhasil FOKUSJabar temui disana, bernama Maman (48), ia bersama istri dan saudaranya ingin ke Purwokerto. "Mau ngantar saudara yang baru selesai operasi mata pulang kampung. Kalau saya sih asli Bandung," tuturnya.
Saat ditanya mengapa menunggu bus di bundaran Cibiru meski sudah ada larangan, Maman menjawab kalau hal itu sudah biasa. "Kan bus nya banyak yang lewat sini. Makanya saya nunggu disini," jawabnya. Menurut Maman, larangan seperti rambu "larangan berhenti" yang dipasang di sisi jalan itu kurang efektif. Hal ini dikarenakan petugas kepolisian disana tidak tegas.
"Harusnya kalau tidak boleh ya tidak boleh, tapi buktinya banyak polisi disini pada diam saja," pungkasnya.
Sumber: FOKUSJabar.com


Tidak ada komentar:
Posting Komentar