Tulisan Puisi Mahasiswa Komunikasi Terbaru:
Abdu Faisal - Ketika malam menyapamu dan kau tengah sibuk dengan tugas-tugas menumpuk. Kau berlalu dalam hening, seakan sudah melihat kamera yang tengah mengawasi. Tuhan itu melihatmu, kau tahu itu. Jadilah kau seorang dengan pribadi yang menutup diri. Di depan tuhanmu, kau hanya mencoba jadi seorang hamba yang patuh. Tak banyak meminta. Di depan tuhanmu, kau ingin mencari muka seakan kau bukanlah hamba yang lemah. Kenapa tidak coba berdoa dan mendekatkan diri pada-Nya saja? Dirimu sedang gelisah, tuhanmu tahu itu. Dia hanya butuh kau meminta dengan serius. Hingga saat malam berakhir, kau pun merindukan-Nya. Mencari secercah sinarnya dengan matamu yang bengkak karena kelelahan. Tapi kau takkan menemukan saat yang sama...lagi...
Kau selalu paksakan dirimu untuk larut dalam aktivitas harian yang membosankan. Semata-mata hanya karena kau merasa tak nyaman di rumah. Dan meskipun di luar sama tak nyaman nya, setidaknya kau masih bisa menghindar dari hal yang tidak kau senangi itu. Dan mencari-cari pelampiasanmu sendiri.
Penyesalan selalu menghiasi hidupmu. Andai kau tahu, penyesalan itu datang bukan karena kesalahanmu. Itu memang kodrat dari Tuhanku dan Tuhanmu. Dia telah menakdirkan kita untuk takkan pernah puas pada apa yang kita jalani. Apa yang terlintas di benakmu saat melihat sayap ayam yang lezat? Mungkin perasaan kekanakan itu yang kau butuhkan saat menjalani hidup ini. Kau terlalu serius. Hidupmu penuh dengan rencana-rencana, layaknya buku yang semakin lama semakin menghimpit meja bila tidak dibaca. Perasaan kanak-kanak mungkin akan sedikit membantu, tapi dimana kah perasaan itu? Apakah sudah menghilang di saat usiamu semakin bertambah?
Di satu sisi, kau mungkin seorang Korelis. Yang mengatakan dirimu tak butuh apa-apa atau siapa-siapa. Tapi jangan lupa kalau kau juga seorang sosialis. Kau butuh seseorang yang benar-benar mau mengerti akan dirimu. Meski kau coba untuk mengingkari...
Jangan terkejut dan berubah jadi melankolis saat tiba-tiba orang lain mengenalmu sebagai sosok yang introvert. Sosok joker, itu lah masalahmu ! Dia-lah mihrabmu dengan dunia. Salahkan dia... Kalau perlu, dibuang saja.
kau cerdas
kau berpotensi
kau adalah makhluk tuhan yang disayangi
semua manusia di bumi
hanya saja kau tak menyadari
(09/04/2011: Untuk L , yang tak dapat aku sentuh hingga hari ini)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar