Kamis, 29 Agustus 2013

Kita Bisa Saling Menyelamatkan

Saya sering mendengar ada yang
nyeletuk soal surga dan neraka bagi
seorang muslim. Ada dua buah
argumen yang bisa saya cerna. Yang
pertama, argumen kalau semua umat
muslim pasti masuk Surga tapi ia
singgah dulu di Neraka, terkecuali
bagi mereka yang menyekutukan
Allah Subhanahu wa Ta'ala. Argumen
kedua, ialah argumen yg mengatakan
kalau hanya yang beriman dan
beramal sholeh lah yang akan masuk
Surga. Sisanya masuk neraka, mereka
kekal di dalamnya. Beriman dan
beramal sholeh ini bila dilihat
menurut syariat adalah orang yang
tunduk pada perintah Allah dan
menjauhi larangan-Nya. Artinya ia
rajin Sholat, rajin bersedekah, rajin
puasa, dan senantiasa mendekatkan
diri pada Allah. Mereka tidak mau
berbuat dosa. Mereka tak mau
mendustakan agama, maka dari itu
mereka pun tak lupa menyantuni
anak yatim dan fakir miskin. Hidup
mereka selalu diisi dengan ibadah
hingga mereka wafat. Orang-orang
seperti ini lah yang layak masuk
Surga. Sisanya? Wallahu a'lam.
Mungkin Allah yang Maha
Pengampun mau memaafkan orang-
orang dzalim dan lalai atas diri dan
perbuatannya. Mungkin juga tidak.
Dari argumen yang kedua ini, saya
tiba-tiba mendapat visi tentang
bagaimana cara meraih
pengampunan Allah serta
menyelamatkan kita dari siksa
Neraka. Caranya adalah dengan
keridhoan kita menyelamatkan
mereka yang tak layak masuk Surga
dari siksa Neraka. Pernahkah Anda
berpikir kalau pembunuh, penzina,
koruptor, dan lain sebagainya layak
dihukum dengan berat? Iya! Apakah
orang-orang tersebut layak masuk
Surga? Tentu Anda jawab, Tidak!
Mungkin begitu pula cara Allah yang
Maha Pengasih dan Maha Penyayang
memberi kesempatan pada manusia
untuk berperan dalam kehidupannya
di Akhirat. Kita diberi kesempatan
untuk menentukan siapa yang berhak
bersama kita di Surga, dan siapa
yang pantas ada di Neraka. Allah
menjadikan manusia berbeda dari
makhluk-makhluk lainnya. Allah
memberi tempat yang tinggi yakni
sebagai khalifah, tentu bukan tanpa
alasan. Mengapa? Apakah Anda
pernah bertanya alasan Anda
ditempatkan di dunia? Apakah
semata-mata mengabdi pada Tuhan
lalu bila sampai waktunya Anda akan
dijebloskan saja, entah itu ke Surga
atau ke Neraka. Apakah sebegitu
kejamnya Allah hingga ia
menciptakan Makhluk yang memiliki
akal dan nafsu hanya untuk disiksa
apabila tak mau diatur? Tentu tidak.
Kalau seperti itu, sudah Allah
ciptakan semua manusia seperti
malaikat yang penurut. Atau Ia
ciptakan kita seperti sosok Nabi
Muhammad SAW yang akan terus
berbuat kebajikan hingga akhir
hayatnya. Mengapa tidak?
Allah yang Maha Agung berkuasa
untuk itu, tapi ia tak melakukannya.
Allah membiarkan kita menjadi diri
kita sendiri, untuk mencari tau
tentang diri-Nya dengan akal dan
Nafsu yang kita punya dengan sedikit
petunjuk. Al-Quran dan Hadits,
hanya itu yang kita punya sampai
akhir Zaman nanti. Dalam Al-Quran
dan Hadits telah diterangkan cara
memperoleh Ridho Allah. Ya, hanya
dengan Ridho Allah kita bisa masuk
Surga. Ridho Allah yang pertama,
datang dari Ibu. Hanya kasih sayang
seorang Ibu yang mampu
menyelamatkan buah hatinya dari
cengkraman Neraka. Tapi bagaimana
bisa jika Ibunya pun tak layak masuk
Surga? Jawabannya adalah dengan
Ridho dari seorang Suami yang
Sholih. Yang mendambakan
pendamping di sisinya di Surga
nanti. Bukan cuma bidadari-bidadari
cantik yang sudah disediakan
baginya. Bila suami meridhoi istrinya
masuk Surga bersamanya, maka
istrinya bisa terselamatkan. Tapi
bagaimana bila suami-istri ini sama-
sama pendosa? Jawabannya adalah
Ridho seorang anak yang Shalih dan
Shaleha. Yang dididik dengan Agama
hingga ia besar dan berumah tangga
tak lepas ia mendoakan kedua ibu-
bapaknya. Hanya dengan Ridhonya
pula kelak orang tuanya akan selamat
dari siksa Neraka.
Kita bisa saling menyelamatkan.
Sesederhana itu?
Wallahu a'lam bis Shawab...

Tidak ada komentar: