Sabtu, 15 Juni 2013

Pedagang: 'Lebih Baik Dagang di Pasar Becek'

Kios Ibu Agnes di Pasar Cicadas Baru yang Sepi. (Foto: Abdu Faisal)
Oleh: Abdu Faisal
BANDUNG, FOKUSJabar.com: Meski sudah pukul 2 siang dan tanah becek serta berlumpur, Sabtu (15/6), pasar Cihargeulis atau biasa disebut pasar Suci ini lebih diminati pembeli. Terutama sekali pada kios pedagang sayur dan ayam. Seorang pembeli bernama Ali (29) menuturkan, ia sudah jadi langganan di pasar Suci sejak lama. "Harga disini relatif sesuai," ujarnya. 


Berbanding terbalik dengan Pasar Cicadas Baru yang letaknya di bawah Bandung Trade Mall. Meski lantainya keramik dan tidak becek, kawasan ini tampak sepi pengunjung. Menurut Agnes (60), berjualan di pasar Cicadas susah. 

"Sepi, kayak di Kuburan," katanya. Ia menambahkan kalau dulu kondisinya lebih baik saat masih berjualan di Pasar Cicadas lama. "Sehari bisa untung banyak, nah sekarang, jangankan untung, bisa beli barang buat didagangkan saja sudah bagus," ujarnya.

Agnes menyesali keputusan pemerintah yang semena-mena karena memindahkan pasar Cicadas lama ke pasar Cicadas yang sekarang. Menurutnya, pemerintah harusnya berpikir dulu sebelum bertindak. 

"Saya dulu disana sudah beli kios, sekarang pindah kesini mesti sewa. Mana sewanya mahal," katanya. Menurut pengakuan Agnes, harga sewa di pasar Cicadas dihitung per meternya mencapai 11 juta. "Tahun pertama sih Rp. 8,250,000/ meter. Nah, sekarang nambah lagi 25% jadi 11 juta/meter. Ini belum lagi ditambah uang distribusi 2 ribu buat keamanan," pungkasnya.

Senada dengan Agnes, Asep (50) pun menambahkan kalau ia lebih memilih berdagang di luar ketimbang berdagang di Pasar Cicadas. "Lumayan, kan? Diluar kita bisa beli rumah. Sedangkan disini harus sewa. Mahal lagi," katanya.

Agnes dan Asep berharap, pemerintah kota Bandung yang akan datang bisa lebih peduli dengan nasib pedagang. "Jangan asal gusur saja, tapi pakai pertimbangan."

Tidak ada komentar: